Produksi Toyota di Jepang Mei Turun, Indonesia dan Thailand Naik

Toyota Motor Corp mengumumkan bahwa produksi global Mei lali tidak sesuai dengan target karena kekurangan pasokan chip semikonduktor dan penguncian (lockdown) Covid-19 di Cina. Ini adalah penurunan produksi yang dialami Toyota selama tiga bulan terakhir secara berturut-turut. 

Produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan penjualan itu mengatakan memproduksi 634.940 unit kendaraan secara global bulan lalu, turun 5,3 persen dari bulan yang sama tahun lalu dan kurang dari target sekitar 700.000 unit.

Toyota pada pertengahan April mengatakan pihaknya berencana untuk memproduksi 750.000 unit kendaraan pada Mei tetapi segera mengurangi 50.000 unit dari rencana produksi karena lockdown Covid-19 di Shanghai.

Di dalam negeri, produksi mobil Toyota merosot 28,5 persen sepanjang Mei lalu, tetapi naik 4,6 persen di luar negeri.

Eropa termasuk di antara kawasan yang produksinya meningkat karena tidak terkena dampak kelangkaan chip yang parah. Produksi juga meningkat di negara-negara termasuk Thailand dan Indonesia yang terkena dampak signifikan wabah Covid-19 tahun lalu.

Khusus di Indonesia, produksi Toyota pada Mei lalu berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo),mencapai 26.907 unit. Angka ini tercatat mengalami penurunan 42,8 persen dibanding April yang sebesar 47.033 unit. Sedangkan produksi Januari – Mei 2022 mencapai 227.655 unit, naik 26,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 167.015 unit.

Sejauh ini, Toyota belum mengubah target produksi dari rekor 9,7 juta unit kendaraan, tetapi mengatakan rencana produksinya “mungkin lebih rendah” karena kekurangan semikonduktor dan penyebaran Covid-19.

Pada Januari-Mei, produksi global Toyota rata-rata 713.172 unit kendaraan per bulan, 9,7 persen di bawah perkiraan rata-rata bulanan kumulatif awal 790.000 unit.

Untuk bulan Juni, produsen mobil telah dua kali menurunkan target produksi globalnya. Perkiraan terbaru adalah 750.000 unit kendaraan, kira-kira 12 persen di bawah perkiraan awal 850.000 unit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.